ANALISIS
TEKS CERPEN “BANUN”
1.
Jenis Teks
Jenis teks yang berjudul “ Banun ”
adalah teks cerpen, karena karena teks tersebut merupakan karangan pendek yang
berbentuk prosa.
2.
Struktur teks cerpen “ Banun ” adalah sebagai
berikut :
1)
Abstraksi
Bila ada yang bertanya,.......
belum ada yang sanggup menumbangkan rekor kekikiran Banun.
2)
Orientasi
Ada banyak Banun di perkampungan
Lereng Bukit....., sebab daun daun kelapa kering dikebunnya tiada bakal pernah
berhenti berpatuhan.
3)
Komplikasi
Hasil sawah yang tak seberapa itu
hendak dibawa mati.Mak ?......Palar,mendatangi rumah Banun,hendak meminang
Rimah untuk Rustam.
4)
Evaluasi
Karena kita sama sama orang
tani......,bila perlu sampai ajal datang menjemputnya.
5)
Resolusi
Meski kini sudah zaman gas
elpiji.......,Mak takan dinamai Banun kikir.
6)
Koda
Sesaat Banun diam......meski untuk
mencetak insiyur pertanian yang dibanggakannya.
3.
Ciri – Ciri
Ciri-ciri teks dari teks cerpen
tersebut adalah:
1. Bentuk tulisan singkat, padat, dan lebih pendek
daripada novel.
2. Tulisan kurang dari 10.000 kata.
3. Sumber
cerita dari kehidupan sehari-hari, baik
pengalaman sendiri maupun orang lain.
4. Tidak melukiskan seluruh kehidupan pelakunya
karena mengangkat masalah tunggal atau
sarinya saja.
5. Habis
dibaca sekali duduk dan hanya mengisahkan sesuatu yang berarti bagi pelakunya.
6. Tokoh-tokohnya
dilukiskan mengalami konflik sampai
pada penyelesaiannya.
7. Penggunaan kata-katanya sangat ekonomis dan mudah dikenal
masyarakat.
8. Meninggalkan kesan mendalam dan efek pada perasaan
pembaca.
9. Menceritakan
satu kejadian dari terjadinya perkembangan jiwa dan krisis,tetapi tidak sampai
menimbulkan perubahan nasib.
10. Beralur
tunggal dan lurus.
11. Penokohannya
sangat sederhana, singkat, dan tidak
mendalam.
4.
Bahasa
Bahasa yang terdapat dalam cerpen
“Banun” adalah bahasa konotatif, karena bahasanya tidak baku dan bermakna
kiasan, serta banyak menggunakan makna konotasi seperti adanya gaya bahasa yang
beragam.
5.
Intisari
Intisari teks “Banun adalah sebagai
berikut:
Banun seorang yang sederhana,
tetapi terlalu hemat hingga ia dijuluki “kikir” oleh tetangganya, yaitu Palar.
Karena Palar sakit hati pinangannya ditolak oleh Banun begitu juga dengan
anaknya yang ditolak ketika meminang anaknya Banun. Walaupun demikian, Banunlah
yang sukses karena bisa membuat anaknya menjadi sarjana.
6.
Nilai sosial yang
terkadung dalam cerpen “ Banun ”
Nilai sosialnya adalah sebagai
berikut :
1)Orang
yang memiliki sifat kikir tidak akan disenangi dalam masyarakat.
2)Dalam
menjalani hidup, kita harus hemat untuk kebutuhan masa mendatang.
3)Selalu
bekerja keras dalam mencapai sesuatu yang diinginkan.
4)Memanfaatkan
segala hal yang kita punya dengan sebaik-baiknya.
7.
Tujuan sosial dari teks
cerpen “Banun”
Tujuan sosialnya adalah untuk
menyampaikan kepada pembaca untuk hidup sederhana namun tidak kikir.
8.
Nilai ekonomi pada teks
cerpen “Banun”
Kita harus meniru sikap hidup
sederhana dan hemat tanpa membeli sesuatu yang bisa kita hasilkan sendiri dan
memanfaatkan segala hal yang di sekitar kita.
9.
Unsur Intrinsik
a. Tema
Tema dari cerpen yang berjudul
banun yaitu hidup hemat.
b. Latar
1) Latar
tempat : di perkampungan lereng bukit, hutan, sawah, pasar
2) Latar
waktu : Selasa dan Sabtu
3) Latar
suasana : menegangkan, mengharukan
c. Alur
Alur dari teks cerpen yang bejudul
banun yaitu alur campuran karna menceritakan kehidupan tokoh dari awal hingga
akhir cerita dan beberapa kali ditampilkan beberapa potongan flashback yang
menjelaskan latar belakang cerita.
d. Tokoh
Tokoh dari teks cerpen yang
berjudul banun yaitu Banun, Palar, Rimah, Nami, Zubaidah.
e. Penokohan
Banun : pandai memanfaatkan sesuatu
yang ada di lingkungannya, sabar, pemaaf dan pekerja keras.
Palar : sombong, dengki, pendendam
dan suka merendahkan orang lain.
Rimah : suka mengeluh.
f. Sudut
pandang
Sudut pandang dari cerpen yang berjudul
banun adalah sudut pandang orang ketiga pelaku utama.
g. Amanat
Amanat dari cerpen yang berjudul
banun yaitu kita harus bisa memanfaatkan sesuatu yang ada di sekitar kita.
Terimakasih ya....semoga bermanfaat
BalasHapus