Rabu, 11 Januari 2017

Analisis Teks Cerpen Meraih Impian



ANALISIS CERPEN MERAIH IMPIAN

1.      Jenis teks
Jenis teks “Meraih Impian” adalah teks cerita pendek, karena teks tersebut merupakan karangan pendek yang berbentuk prosa.

2.      Struktur
No
Struktur Teks
Kalimat dalam teks
1.
Abstrak

Terusik lamunanku saat terngiang sebaris kata ayah yang selalu berulang menelusup ke telingaku, “Nanda, kamu pasti bisa!” Kata-kata ayahku laksana dentuman meriam di rongga dadaku. Setiap kuingat kata-kata itu, semakin berat beban yang kurasakan, terlebih, urutanku sebagai sulung dari lima bersaudara. Tidak mudah bagiku untuk menjadi sulung. Kurasakan pula beban kedua orang tuaku yang semakin menjadi. Ayah, di luar segala kewajibannya sebagai PNS, terlibat aktif di dunia jurnalistik dan organisasi. Tidak mengherankan jika bunda terpaksa turun tangan untuk menopang keuangan keluarga dengan membuka sebuah warung kecil-kecilan.

2.
Orientasi
Padatnya aktivitas ayah dan bunda terekam kuat dalam benakku. Kerja keras seakan menjadi menu wajib bagiku. Namun, ada hal yang menjadi titik lemahku. Dua kali tangisku pecah ketika cita-citaku tak tersampaikan. Pertama, ketika gagal masuk fakultas kedokteran karena faktor biaya. Kuingat kata-kata bunda di telingaku.
“Kita tak cukup uang untuk kamu masuk Fakultas Kedokteran. Sabar ya, Nak!”, ucap Bunda lembut, tetapi pasti.
Kedua, ketika gagal mendaftar ke STPDN karena tinggi badan kurang. Kegagalan itu tentu saja membuatku terluka. Ayah dan bunda tiada putusputusnya membangkitkan diriku hingga kedua kakiku benar-benar mampu berpijak.

3.
Komplikasi
Untuk mengobati luka hatiku, kuputuskan untuk membantu bunda menjaga warung. Sambil menjaga warung, sedikit demi sedikit belajar dari ketegaran bunda dalam menghadapi kesulitan hidup. Sering bunda tidur larut karena harus menyambung potongan perca menjadi sebuah bed cover untuk dijual. Bed cover itu dititipkan di sebuah toko swalayan. Tiada pernah putus doaku kepada Sang Khalik agar bunda senantiasa dikaruniai kesehatan lahir dan batin.
Salah satu doaku terkabul. Suatu hari ayah memutuskan untuk berhenti bekerja dan berorganisasi. Ayah mulai melirik dunia usaha. Sebagai langkah awal, ayah melahap buku-buku sederet profil pengusaha sukses, sebut saja Bob Sadino, Bill Gates, Steve Jobs, Richard Branson, Donald Trump, dan Elang Gumilang. Benih pohon bisnis tumbuh pesat pula dalam diriku, terlebih setelah aku menyerap isi beberapa buku yang menyampaikan motivasi.

4.
Evaluasi
Dua kegagalan yang lalu berakhir ketika aku diterima di jurusan bahasa Inggris. Kutekuni masa pendidikan tinggi dengan sepenuh hati. Kendala finansial mendorongku untuk merambah dunia kerja di samping kuliah. Pucuk dicinta ulam tiba. Suatu hari Kak Ica, saudara sepupuku, datang kepadaku.
“Nanda, di sebelah toko Bunda ada kios yang dijual. Bagaimana kalau kita patungan untuk membeli kios itu, lalu kita jual pakaian di sana?” kata Kak Ica.
Ia mengajak berpatungan untuk membeli kios itu. Kami mulai berbisnis pakaian. Tidak kusangka, usaha itu menuai hasil yang gemilang. Bunda berkunjung ke tokoku dan dia memuji, “Wah, ternyata Nanda sudah meraup banyak untung nih”. Kesibukan berbisnis tidak melemahkan prestasi di ranah akademis. Aku berhasil mempertahankan semuanya dengan hasil yang memukau.

5.
Resolusi
Seiring waktu, jaringan bisnisku meluas. Padatnya jadwal ceramah ayah sebagai motivator mendorongku untuk membantunya. Jadilah aku berkiprah dalam dunia event organizer. Lahan bisnis ini menuai sukses yang tergolong gemilang. Jaringan konsumen luas semakin membuka peluang untuk berkiprah di bidang lain. Usaha penjualan tiket pesawat pun kulakoni hingga membuahkan beberapa kantor cabang di berbagai kota di negeri ini.

6.
Koda
Kesuksesan ini tidak patut membuatku angkuh, terutama di hadapan Tuhan. Hanya karena ridha-Nya aku dapat meraih semuanya. Tidak luput bimbingan dan motivasi dari kedua orang tuaku turut membuatku tegar dalam berbagai kesulitan.

                    

3.      Ciri – ciri
1)      Bentuk tulisan singkat, padat, dan lebih pendek daripada novel.
2)      Tulisan kurang dari 10.000 kata.
3)      Sumber cerita dari kehidupan sehari-hari, baik pengalaman sendiri maupun orang lain.
4)      Tidak melukiskan seluruh kehidupan pelakunya karena mengangkat masalah tunggal atau sarinya saja.
5)      Habis dibaca sekali duduk dan hanya mengisahkan sesuatu yang berarti bagi pelakunya.
6)      Tokoh-tokohnya dilukiskan mengalami konflik sampai pada penyelesaiannya.
7)      Penggunaan kata-katanya sangat ekonomis dan mudah dikenal masyarakat.
8)      Meninggalkan kesan mendalam dan efek pada perasaan pembaca.
9)      Menceritakan satu kejadian dari terjadinya perkembangan jiwa dan krisis, tetapi tidak sampai menimbulkan perubahan nasib.
10)  Beralur tunggal dan lurus.
11)  Penokohannya sangat sederhana, singkat, dan tidak mendalam.

4.      Sifat bahasa
Bahasa yang digunakan dalam teks cerpen “Meraih Impian” adalah bahasa konotatif, karena banyak menggunakan makna konotasi seperti adanya gaya bahasa yang beragam.
                                
5.      Inti sari
Semangat Nanda untuk meraih impian yang hampir padam karena beberapa kegagalan. Namun, pada akhirnya Nanda dapat bangkit kembali dan dapat meraih kesuksesan besar.

6.      Nilai sosial
a.       Kita harus meniru sikap pantang menyerah
b.      Kita harus meniru sikap bekerja keras
c.       Kita harus meniru sikap optimis
d.      Kita harus mempunyai sikap semangat yang tinggi
e.       Kita harus meniru sikap tidak sombong, dan hidup sederhana.

7.      Tujuan sosial
Tujuan sosial yang ada padaa cerpen “Meraih Impian” adalah untuk memotivasi pembaca agar pantang menyerah, dan bekerja.
8.      Unsur Intrinsik
a.       Tema
Tema dari cerpen yang berjudul meraih impian adalah  kerja keras dalam meraih impian.
b.      Setting  / latar
1)      Latar tempat
Latar tempat dari teks cerpen tersebut adalah di rumah, warung, toko.
2)      Latar waktu
Latar waktu dari teks cerpen yang berjudul meraih impian yaitu suatu hari.
3)      Latar suasana
Latar suasana dalam teks cerpen yang berjudul meraih impian yaitu sedih, senang.


c.       Alur
Alur  dari cerpen yang berjudul meraih impian adalah alur maju. Karena menceritakan kisah dari awal hingga akhir.
d.      Tokoh
Tokoh dari cerpen yang bejudul meraih impian adalah Nanda, ibunya Nanda, ayahnya Nanda, ka Ica.
e.       Penokohan
Nanda : tidak mudah putus asa, pekerja keras, penyabar dan senang berwirausaha.
Ibu  Nanda : penyabar, lemah lembut, pekerja keras.
Ayah Nanda : tidak mudah putus asa, dan pekerja keras.
Ka Ica : baik hati.
f.       Sudut pandang
Sudut pandang orang pertama pelaku utama.
g.      Amanat
Amanat dari teks cerpen yang bejudul meraih impian adalah kita harus memiliki sifat yang pantang. menyerah dan pekerja keras
h.      Masalah
1.      Nanda yang gagal masuk fakultas kedokteran karena faktor biaya.
2.      Ayah Nanda yang aktif didunia jurnalistik dan organisasi dan Ibunya terpaksa turun tangan untuk menopang keuangan keluarga.
i.        Solusi
1.      Ibunya membuka warung kecil kecilan untuk menopang keuangan keluarga.
2.      Nanda membantu bundanya menjaga warung sembari belajar tegar menghadapi kesulitan hidup.
3.      Bunda membuat bedcover dari kain percalalu dijual di took swalayan.
4.      Ayah mulai berhenti bekerja dan berorganisasi dan melirik dunia usaha.
5.      Kak Ika menawarkan kaos lalu digunakan Nanda untuk berbisnis

2 komentar:

TEKS BERITA “Kencan” Diplomatik 505 Kilometer per Jam

TUGAS 1 1.       Tulisan di Koran tidak semua berisi berita tetapi ada pula yang berisi informasi dan hiburan karena agar saat membaca...