Jumat, 04 November 2016

rancangan fermentasi air kelapa menjadi cuka



Rancangan Percobaan

1.     Tujuan
Tujuannya untuk mengetahui bahwa air kelapa dapat dibuat menjadi cuka atau tidak bisa dibuat cuka.

2.     Rumusan Masalah
Apakah air kelapa dapat dibuat menjadi cuka?

3.     Hipotesis
Air kelapa dapat dibuat menjadi cuka.

4.     Alat dan Bahan
Alat
Jumlah
Panci
1
Baskom
1
Kompor
1
Toples
1
Saringan
1
Neraca
1
Termometer
1
Bahan
Jumlah
Air kelapa
0,20 liter
Ragi
0,1 gr
Indikator Universal
2







5.     Langkah Kerja
1)        Mengukur volume air kelapa terlebih dahulu.
2)        Menuangkan air kelapa pada baskom, kemudian menyaringnya ke dalam toples agar tidak ada kotoran yang masuk.
3)        Mengukur pH-nya sebagai pH mula-mula atau saat menggunakan indikator universal.
4)        Menimbang massa ragi dengan neraca sebanyak 0,1 gr.
5)        Memasukkan ragi yang telah ditimbang ke dalam 0,20 liter air kelapa dalam toples, lalu mencium baunya.
6)        Menutup toples dan menyimpannya di ruang hangat .
7)        Setelah difermentasikan selama 6 hari, mencium baunya dan menyaring kembali air kelapa yang sudah difermentasikan ke dalam panci supaya tidak ada endapan-endapan fermentasi.
8)        Merebus hasil fermentasi tadi agar alkohol yang ada di dalamnya hilang sampai mendidih dan mengukur titik didihnya dengan termometer. (literatur titik didih CH3OH = 64,7 dan C2H5OH = 78)
9)        Mengukur pH hasil fermentasi sebagai pH akhir dengan indikator universal.

6.     Tabel Pengamatan
Perubahan Yang Terjadi
Sebelum/Mula-Mula
Sesudah/Akhir
pH


Bau



7.     Pertanyaan
1)      Berapa pH mula-mula air kelapa?
2)      Berapa pH akhir setelah difermentasikan?
3)      Berapa titik didih air kelapa setelah difermentasikan?
4)      Berapa konsentrasi cuka ?


Laporan Percobaan

1.     Pendahuluan
a)      Tujuan
Tujuannya untuk mengetahui bahwa air kelapa dapat dibuat menjadi cuka atau tidak bisa dibuat cuka.

2.     Dasar Teori
Fermentasi adalah proses mengubah glukosa menjadi cuka dengan bantuan bakteri yang menguntungkan melalui reaksi anaerob.
Secara umum, air kelapa mengandung 4,7 persen total padatan, 2,6 persen gula, 0,55 persen protein, 0,74 persen lemak, serta 0,46 persen mineral. Komposisi gizi yang demikian bagus menyebabkan air kelapa dapat digunakan sebagai media pertumbuhan mikroba, misalnya Acetobacter xylinum untuk produksi nata de coco.
Fermentasi asam cuka  Merupakan suatu contoh fermentasi yang berlangsung dalam keadaan aerob. fermentasi ini dilakukan oleh bakteri asam cuka (acetobacter aceti) dengan substrat etanol. Energi yang dihasilkan 5 kali lebih besar dari energi yang dihasilkan oleh fermentasi alkohol secara anaerob.
Reaksi dalam fermentasi berbeda-beda tergantung pada jenis gula yang digunakan dan produk yang dihasilkan. Secara singkat  glukosa
( C6H12O6 ) yang merupakan gula paling sederhana , melalui fermentasi akan menghasilkan etanol ( 2C2H5OH ). Reaksi fermentasi ini dilakukan oleh ragi, dan digunakan pada produksi makanan.  



Air kelapa yang banyak mengandung glukosa dapat digunakan menjadi cuka melalui proses fermentasi anaerob. Fermentasi anaerob dibantu bakteri yang  menguntungkan.
Persamaan reaksi fermentasi C6H12O6               2C2H5OH + 2CO2 + 2ATP
Literature titik literatur titik didih CH3OH = 64,7 dan C2H5OH = 78

3.     Alat dan Bahan
Alat
Jumlah
Panci
1
Baskom
1
Kompor
1
Toples
1
Saringan
1
Neraca
1
Termometer
1
Bahan
Jumlah
Air kelapa
0,20 liter
Ragi
0,1 gr
Indikator Universal
2

4.     Langkah Kerja
1)      Mengukur volume air kelapa terlebih dahulu.
2)      Menuangkan air kelapa pada baskom, kemudian menyaringnya ke dalam toples agar tidak ada kotoran yang masuk.
3)        Mengukur pH-nya sebagai pH mula-mula atau saat menggunakan indikator universal.
4)        Menimbang massa ragi dengan neraca sebanyak 0,1 gr.
5)        Memasukkan ragi yang telah ditimbang ke dalam 0,20 liter air kelapa dalam toples, lalu mencium baunya.
6)        Menutup toples dan menyimpannya di ruang hangat .
7)        Setelah difermentasikan selama 6 hari, mencium baunya dan menyaring kembali air kelapa yang sudah difermentasikan ke dalam panci supaya tidak ada endapan-endapan fermentasi.
8)        Merebus hasil fermentasi tadi agar alkohol yang ada di dalamnya hilang sampai mendidih dan mengukur titik didihnya dengan termometer. (literatur titik didih CH3OH = 64,7 dan C2H5OH = 78)
9)        Mengukur pH hasil fermentasi sebagai pH akhir dengan indikator universal.

5.     Tabel Pengamatan
Perubahan Yang Terjadi
Sebelum/Mula-Mula
Sesudah/Akhir
pH
5
4
Bau
Air kelapa
Cuka

6.     Pembahasan
Identifikasi pada air kelapa dapat dibuat menjadi cuka atau tidak bisa dibuat menjadi cuka , dapat dilakukan dengan melakukan fermentasi pada air kelapa dengan bantuan ragi.
pH pada air kelapa atau pH mula-mula sebelum difermentasi adalah 5 dan sesudah difermentasi dengan bantuan ragi selama 6 hari pH akan berubah menjadi 4.
Bau yang ditimbulkan sebelum dilakukannya fermentasi adalah bau air kelapa , sedangkan setelah dikakukan fermentasi dengan bantuan ragi selama 6 hari akan diperoleh bau cuka makan . Titik didih cuka 78o C pada saat dipanaskan.
Diketahui : pH = 4 Ka = 10-5
Ditanya    : [CH3COOH]
Jawab       : pH    = 4
                   pH    = - log  [H+]
                    4      = - log  [H+]
                   [H+]  = 10-4
                   [H+]  =
                   10-4  =
                
Kadar cuka makan =
                                     =
                                     = 5,74 %
7.     Kesimpulan
Air kelapa dapat dibuat menjadi cuka dengan tahap fermentasi dengan bantuan ragi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TEKS BERITA “Kencan” Diplomatik 505 Kilometer per Jam

TUGAS 1 1.       Tulisan di Koran tidak semua berisi berita tetapi ada pula yang berisi informasi dan hiburan karena agar saat membaca...