Rancangan Percobaan
1.
Tujuan
Tujuannya
untuk mengetahui bahwa air kelapa dapat dibuat menjadi cuka atau tidak bisa
dibuat cuka.
2.
Rumusan
Masalah
Apakah
air kelapa dapat dibuat menjadi cuka?
3.
Hipotesis
Air
kelapa dapat dibuat menjadi cuka.
4.
Alat
dan Bahan
|
Alat
|
Jumlah
|
|
Panci
|
1
|
|
Baskom
|
1
|
|
Kompor
|
1
|
|
Toples
|
1
|
|
Saringan
|
1
|
|
Neraca
|
1
|
|
Termometer
|
1
|
|
Bahan
|
Jumlah
|
|
Air
kelapa
|
0,20
liter
|
|
Ragi
|
0,1
gr
|
|
Indikator
Universal
|
2
|
5.
Langkah
Kerja
1)
Mengukur volume air
kelapa terlebih dahulu.
2)
Menuangkan air kelapa
pada baskom, kemudian menyaringnya ke dalam toples agar tidak ada kotoran yang
masuk.
3)
Mengukur pH-nya sebagai
pH mula-mula atau saat menggunakan indikator universal.
4)
Menimbang massa ragi
dengan neraca sebanyak 0,1 gr.
5)
Memasukkan ragi yang
telah ditimbang ke dalam 0,20 liter air kelapa dalam toples, lalu mencium
baunya.
6)
Menutup toples dan
menyimpannya di ruang hangat
.
7)
Setelah difermentasikan
selama 6 hari, mencium baunya dan menyaring kembali air kelapa yang sudah
difermentasikan ke dalam panci supaya tidak ada endapan-endapan fermentasi.
8)
Merebus hasil
fermentasi tadi agar alkohol yang ada di dalamnya hilang sampai mendidih dan
mengukur titik didihnya dengan termometer. (literatur titik didih CH3OH
= 64,7 dan C2H5OH = 78)
9)
Mengukur pH hasil
fermentasi sebagai pH akhir dengan indikator universal.
6.
Tabel
Pengamatan
|
Perubahan Yang
Terjadi
|
Sebelum/Mula-Mula
|
Sesudah/Akhir
|
|
pH
|
|
|
|
Bau
|
|
|
7.
Pertanyaan
1) Berapa
pH mula-mula air kelapa?
2) Berapa
pH akhir setelah difermentasikan?
3) Berapa
titik didih air kelapa setelah difermentasikan?
4) Berapa konsentrasi cuka ?
Laporan Percobaan
1.
Pendahuluan
a)
Tujuan
Tujuannya untuk
mengetahui bahwa air kelapa dapat dibuat menjadi cuka atau tidak bisa dibuat
cuka.
2.
Dasar
Teori
Fermentasi adalah proses mengubah glukosa menjadi cuka dengan bantuan
bakteri yang menguntungkan melalui reaksi anaerob.
Secara umum, air kelapa mengandung 4,7
persen total padatan, 2,6 persen gula, 0,55 persen protein, 0,74 persen lemak,
serta 0,46 persen mineral. Komposisi gizi yang demikian bagus menyebabkan air
kelapa dapat digunakan sebagai media pertumbuhan mikroba, misalnya Acetobacter
xylinum untuk produksi nata de coco.
Fermentasi asam
cuka Merupakan suatu contoh fermentasi yang berlangsung dalam
keadaan aerob. fermentasi ini dilakukan oleh
bakteri asam cuka (acetobacter aceti) dengan substrat etanol. Energi yang dihasilkan 5 kali lebih besar dari
energi yang dihasilkan oleh fermentasi alkohol
secara anaerob.
Reaksi dalam fermentasi berbeda-beda
tergantung pada jenis gula yang digunakan dan produk yang dihasilkan. Secara
singkat glukosa
( C6H12O6
) yang merupakan gula paling sederhana , melalui
fermentasi akan menghasilkan etanol ( 2C2H5OH ). Reaksi fermentasi ini dilakukan oleh ragi, dan digunakan pada
produksi makanan.
Air kelapa yang banyak mengandung glukosa
dapat digunakan menjadi cuka melalui proses fermentasi anaerob. Fermentasi
anaerob dibantu bakteri yang
menguntungkan.
Persamaan reaksi fermentasi C6H12O6
2C2H5OH + 2CO2 + 2ATP
Literature titik literatur
titik didih CH3OH = 64,7 dan C2H5OH = 78
3.
Alat
dan Bahan
|
Alat
|
Jumlah
|
|
Panci
|
1
|
|
Baskom
|
1
|
|
Kompor
|
1
|
|
Toples
|
1
|
|
Saringan
|
1
|
|
Neraca
|
1
|
|
Termometer
|
1
|
|
Bahan
|
Jumlah
|
|
Air
kelapa
|
0,20
liter
|
|
Ragi
|
0,1
gr
|
|
Indikator
Universal
|
2
|
4.
Langkah
Kerja
1) Mengukur
volume air kelapa terlebih dahulu.
2) Menuangkan
air kelapa pada baskom, kemudian menyaringnya ke dalam toples agar tidak ada
kotoran yang masuk.
3)
Mengukur pH-nya sebagai
pH mula-mula atau saat menggunakan indikator universal.
4)
Menimbang massa ragi
dengan neraca sebanyak 0,1 gr.
5)
Memasukkan ragi yang
telah ditimbang ke dalam 0,20 liter air kelapa dalam toples, lalu mencium
baunya.
6)
Menutup toples dan
menyimpannya di ruang hangat
.
7)
Setelah difermentasikan
selama 6 hari, mencium baunya dan menyaring kembali air kelapa yang sudah
difermentasikan ke dalam panci supaya tidak ada endapan-endapan fermentasi.
8)
Merebus hasil
fermentasi tadi agar alkohol yang ada di dalamnya hilang sampai mendidih dan
mengukur titik didihnya dengan termometer. (literatur titik didih CH3OH
= 64,7 dan C2H5OH = 78)
9)
Mengukur pH hasil
fermentasi sebagai pH akhir dengan indikator universal.
5.
Tabel
Pengamatan
|
Perubahan Yang
Terjadi
|
Sebelum/Mula-Mula
|
Sesudah/Akhir
|
|
pH
|
5
|
4
|
|
Bau
|
Air
kelapa
|
Cuka
|
6.
Pembahasan
Identifikasi pada air kelapa dapat dibuat menjadi cuka atau tidak bisa dibuat menjadi
cuka , dapat dilakukan dengan melakukan fermentasi pada air kelapa dengan
bantuan ragi.
pH pada air kelapa atau pH mula-mula sebelum
difermentasi adalah 5 dan sesudah difermentasi dengan bantuan ragi selama 6
hari pH akan berubah menjadi 4.
Bau yang ditimbulkan sebelum dilakukannya fermentasi
adalah bau air kelapa , sedangkan setelah dikakukan fermentasi dengan bantuan
ragi selama 6 hari akan diperoleh bau cuka makan . Titik didih cuka 78o C
pada saat dipanaskan.
Diketahui : pH = 4 Ka = 10-5
Ditanya : [CH3COOH]
Jawab : pH = 4
pH = -
log [H+]
4 = - log
[H+]
[H+] = 10-4
[H+] =
10-4 =
Kadar cuka makan =
=
=
5,74 %
7.
Kesimpulan
Air
kelapa dapat dibuat menjadi cuka dengan tahap fermentasi dengan bantuan ragi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar